Ditulis pada tanggal 12 September 2025

FPIK News| Jumat, 12 september 2025. Bertempat di Aula FPIK UNIPA, Civitas akademika FPIK melaksanakan ibadah rutin yang dipimpin oleh Dr. Selvi Tebaiy, S.Pi., M. Si selaku Dekan FPIK UNIPA. Pembacaan Firman Tuhan terdapat dalam 1 raja-raja 17 : 7 – 24. Firman Tuhan yang dibacakan merupakan renungan khotbah tentang Nabi Elia yang bertemu dengan seorang perempuan janda di Sarfat bersama dengan anaknya.

Dalam khotbah Pelayan firman TUHAN menyampaikan bahwa dalam ayat yang sudah dibaca merupakan cerita yang sudah di dengar dari masa sekolah minggu di mana guru sekolah minggu sering menasihatkan kita tentang cerita tersebut. Kita juga harus mencaba firman TUHAN bukan saja di perjanjian baru tetapi semua kitab kita harus baca, karena itu kekuatan dan kehidupan orang yang percaya. Dalam renungannya, pelayan firman menyampaikan bagaimana Tuhan membuat mujizat kepada seorang perempuan janda dan juga bagi anaknya. Pelayan Firman Tuhan menyimpulkan dalam beberapa point, Pertama kita harus hidup taat kepada perintah Tuhan, seperti seorang perempuan janda yang taat kepada perintah Tuhan yang di sampaikan oleh Nabi Elia bahwa makanan berupa roti dan minuman tidak akan habis ketika kita taat kepada perintah Tuhan, hal itu dibuktikan bahwa makanan dan minuman tidak akan habis sampai datang masa hujan di negeri itu. Kedua, kita harus taat dan berkorban, berkorban kepada Tuhan melalui doa, ibadah, membaca firman Tuhan dan menjahui yang jahat. Berkorban untuk kuliah berarti harus berdoa dan bekerja, karena Tuhan ingin harus ada kerja sama antara manusia dengan Tuhan. Ketiga, mujizat itu bukan berbicara tentang kita mendapatkan makanan atau uang tetapi kesehatan, kekuatan, umur panjang, dan lainnya yang merupakan bagian dari mujizat yang kita dapatkan dari Tuhan.

Ibadah diselingi dengan puji-pujian yang dipersembahkan oleh Mahasiswa, Staf Dosen maupun Tenaga Kependidikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNIPA

Teks & Editor : Tim Website FPIK| Foto : HMK FPIK